
MENLO PARK — Persaingan di industri Kecerdasan Buatan (AI) global semakin memanas. Aplikasi Meta AI dilaporkan mengalami lonjakan unduhan yang sangat signifikan hingga berhasil menembus peringkat lima besar di App Store Amerika Serikat. Kenaikan drastis ini dipicu oleh peluncuran model AI terbaru mereka yang diberi nama Muse Spark.
Berdasarkan data analitik pasar, aplikasi Meta AI sebelumnya berada di posisi ke-57. Namun, hanya dalam waktu singkat setelah Muse Spark diumumkan pada awal April 2026, posisinya langsung meroket ke peringkat 5, mencatatkan peningkatan unduhan harian hingga 87%.
Apa Itu Muse Spark?
Muse Spark adalah model kecerdasan buatan serba bisa (multimodal) pertama yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs (MSL), divisi riset AI yang dipimpin oleh Alexandr Wang. Berbeda dengan model Llama sebelumnya yang lebih berfokus pada teks, Muse Spark dirancang sebagai "otak baru" yang jauh lebih cerdas dan kontekstual.
Beberapa keunggulan utama dari Muse Spark yang memikat perhatian pengguna antara lain:
Kemampuan Multimodal: AI ini tidak hanya bisa membaca teks, tetapi juga memproses input suara dan gambar secara bersamaan. Pengguna bisa mengirim foto dan meminta AI untuk menganalisis konteks visualnya.
Pengkodean Visual (Visual Coding): Muse Spark memungkinkan pengguna untuk membuat situs web sederhana hingga mini-game hanya melalui instruksi perintah teks (prompt).
Sub-Agent Tingkat Lanjut: Model ini mampu memecah tugas-tugas rumit, seperti masalah matematika kompleks atau sains alam, dan menjalankan beberapa sub-agen sekaligus untuk menyelesaikannya secara lebih efisien.
Pendekatan Tertutup (Closed-Source): Berbeda dengan seri Llama yang selalu dirilis secara open-source, Muse Spark saat ini hanya tersedia secara tertutup (private preview) melalui API untuk mitra tertentu, meskipun sudah bisa dinikmati pengguna umum melalui aplikasi Meta AI.
Strategi Meta Mengejar Ketertinggalan
Lahirnya Muse Spark merupakan momen pertaruhan besar bagi CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk mewujudkan visinya tentang "kecerdasan super pribadi" (personal superintelligence). Meta disebut telah menginvestasikan miliaran dolar AS demi mengejar ketertinggalan dari para pemimpin pasar seperti ChatGPT (OpenAI), Claude (Anthropic), dan Gemini (Google).
Meski masih membayangi posisi puncak yang dipegang pesaingnya, lonjakan ke posisi Top 5 di App Store ini membuktikan bahwa strategi baru Meta berhasil menarik minat konsumen. Sepanjang tahun ini saja, aplikasi Meta AI telah diunduh lebih dari 25 juta kali.
Dalam beberapa minggu ke depan, teknologi Muse Spark direncanakan akan terintegrasi secara bertahap ke dalam ekosistem raksasa Meta lainnya, termasuk WhatsApp, Instagram, Facebook, Messenger, hingga kacamata pintar (smart glasses) Ray-Ban Meta. Langkah ini diproyeksikan akan semakin memperkuat dominasi Meta dalam mengintegrasikan AI ke dalam kehidupan digital sehari-hari masyarakat global.
Advertisement