
PEMATANGSIANTAR – Kabar duka menyelimuti kesatuan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pematangsiantar. Seorang anggotanya, Peltu M. Choirul Anam, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas tragis di ruas Jalan Medan, kawasan Tugu Dayok Mirah, Kota Pematangsiantar, pada Kamis pagi (7/5/2026).
Insiden nahas yang merenggut nyawa prajurit TNI tersebut terjadi di Simpang Empat Rambung Merah, tepatnya di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, sekitar pukul 08.10 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pagi itu korban sedang dalam perjalanan menuju lokasi tugas untuk pengamanan kunjungan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam).
Detik-detik kecelakaan maut ini sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, terlihat Peltu Anam yang sedang mengendarai sepeda motor melaju di jalanan. Nahas, kendaraannya tersenggol oleh badan minibus angkutan jenis L300 berwarna putih yang berada persis di sebelah kirinya.
Akibat benturan tersebut, korban kehilangan kendali lalu terjatuh ke sisi kanan jalan. Tragisnya, pada waktu yang bersamaan, sebuah truk Fuso tengah melintas. Korban yang sudah terjatuh di aspal langsung terlindas oleh ban belakang truk tersebut.
Korban ditemukan tergeletak dalam posisi tengkurap dengan luka berat di bagian wajah dan kepala akibat pendarahan hebat. Peltu Anam dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Pematangsiantar, Ipda Syah Edi Suranta Purba, bersama personel kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban ke RSUD Djasamen Saragih guna keperluan autopsi.
Pantauan di kamar jenazah RSUD Djasamen Saragih menunjukkan sejumlah personel Polisi Militer tampak berjaga mendampingi pihak keluarga korban. Setelah proses autopsi selesai, jenazah Peltu Anam langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Jalan Medan Simpang Masjid, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, dengan pengawalan ketat dari Polisi Militer.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa Peltu Anam telah mendedikasikan dirinya bertugas di Denpom Pematangsiantar selama lebih dari 10 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seorang istri dan empat orang anak (dua anak kandung dan dua anak angkat).
Hingga saat ini, pihak Denpom Pematangsiantar belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media dan menyatakan masih fokus pada prosesi pemakaman almarhum. Di sisi lain, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif dan memburu pengemudi minibus L300 putih yang dilaporkan melarikan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi.