
BOGOR — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Saragih. Mihoko Nakamura, istri dari Prof. Bungaran Saragih, dikabarkan telah tutup usia pada umur 81 tahun. Saat ini, jenazah tengah disemayamkan di Rumah Duka RS Sentra Medika Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Mendiang menghembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu (18/4/2026) pukul 14.47 WIB. Sebelum berpulang, mendiang diketahui sempat melewati masa kritis saat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Efarina Etaham, Karawang.
Berdasarkan pantauan tim liputan Efarina TV pada Minggu (19/4/2026), suasana haru menyelimuti rumah duka. Pelayat dari kalangan keluarga, kerabat, hingga kolega terus berdatangan silih berganti untuk menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang, pihak keluarga melangsungkan serangkaian prosesi adat Simalungun pada Minggu sore. Rangkaian tersebut meliputi:
Prosesi memasukkan jenazah ke dalam peti.
Pemberian ulangan adat dari pihak tondong.
Tonggo Raja, yakni musyawarah keluarga untuk membahas kelanjutan rangkaian adat.
Selain itu, dilangsungkan pula prosesi pembuatan tuah ni gondrang oleh cucu Prof. Bungaran Saragih, Owen Nasara Laksana Damanik, yang kemudian dilanjutkan dengan manortor bersama. Dalam suasana yang sarat emosi tersebut, Prof. Bungaran Saragih tampak tegar dan turut menyanyikan lagu daerah Simalungun.
Seluruh rangkaian prosesi adat yang khidmat ini dihadiri langsung oleh keluarga besar Saragih Garingging, termasuk di antaranya Ketua Umum JR Saragih.
Rangkaian acara adat dan penghormatan masih akan terus berlanjut hingga hari ini, Senin (20/4/2026). Rencananya, jenazah mendiang Mihoko Nakamura akan dikebumikan di tempat pemakaman San Diego Hills, Karawang Barat, pada hari Selasa (21/4/2026) besok.
Advertisement